Saat ini ditemukan bahwa ternyata radikal bebas berperan dalam terjadinya berbagai penyakit. Hal ini dikarenakan radikal bebas adalah spesi kimia yang memiliki pasangan elektron bebas di kulit terluar sehingga sangat reaktif dan mampu bereaksi dengan protein, lipid, karbohidrat, atau DNA. Reaksi antara radikal bebas dan molekul itu berujung pada timbulnya suatu penyakit.
Efek oksidatif radikal bebas dapat menyebabkan peradangan dan penuaan dini. Lipid yang seharusnya menjaga kulit agar tetap segar berubah menjadi lipid peroksida karena bereaksi dengan radikal bebas sehingga mempercepat penuaan. Kanker pun disebabkan oleh oksigen reaktif yang intinya memacu zat karsinogenik, sebagai faktor utama kanker. Selain itu, oksigen reaktif dapat meningkatkan kadar LDL (low density lipoprotein) yang kemudian menjadi penyebab penimbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Akibatnya timbullah atherosklerosis atau lebih dikenal dengan penyakit jantung koroner. Di samping itu penurunan suplai darah atau ischemic karena penyumbatan pembuluh darah serta Parkinson yang diderita Muhammad Ali menurut patologi juga dikarenakan radikal bebas.
Untuk memperbaiki keadaan ini tubuh kita membentuk pembasmi radikal bebas yang dikenal sebagai antioksidan endogen. Antioksidan endogen ini akan menetralisir radikal bebas yang berlebihan itu sehingga tidak merusak tubuh. Antioksidan endogen ini dikemukakan oleh ilmuwan Amerika pada tahun1968 oleh J.M. Mc Cord dan I. Fridovich yang menemukan enzim antioksidan alami dalam tubuh manusia yaitu Superoksid dismutase yang saat ini disingkat SOD.
Sedangkan antioksidan yang kita makan dari luar melalui makanan atau melalui food suplemen untuk membantu tubuh melawan kelebihan radikal bebas, kita sebut antioksidan eksogen yg mencakup beta karoten, vitamin C, vitamin E, zinc (Zn), dan selenium (Se).
Selenium (Se) misalnya, bisa didapatkan dalam udang, tuna, lobster, telur, ayam, bawang putih, biji gandum, jagung, beras merah, nasi putih, dan sereal.
Vitamin E banyak terkandung dalam minyak nabati terutama minyak kecambah, minyak bunga matahari, margarin, gandum, kacang-kacangan, biji-bijian, telur, susu, apel, pisang, asparagus, bayam, kacang polong, dan sayuran hijau lainnya. Kebutuhan vitamin E paling tidak 15 mg/hari. Namun untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler diperlukan asupan 30 mg/hari.
Beta karoten Anda bisa mendapatkannya dari wortel, brokoli, kentang, dan tomat.
Zinc sebagai antioksidan berperan dalam struktur dan fungsi enzim di dalam tubuh. Enzim superoksida dismutase yang merupakan antioksidan endogen dapat melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Bahan makanan yang kaya akan zinc adalah kepiting, hati sapi, daging sapi, sereal, lobster, ayam, kadang, susu, dan telur.
Sayangnya sistem perlindungan dari dalam maupun dari luar tubuh sering tidak memadai karena terlalu banyaknya radikal bebas yang terbentuk seperti polusi udara, asap rokok, sinar ultra violet yang diproduksi sinar matahari, pestisida dan pencemaran lain di dalam makanan kita.
RAIN NUTRITION menjawab kebutuhan Anda dengan meluncurkan SOUL nutrisi anti-oxidant terbaik yang terbuat dari biji-bijian Black Raspberry, Jintan Hitam, Anggur Chardonnya dan D RIBOSE yang diproses dengan metode cold press process yang memungkinkan kandungan asam lemak tetap terjaga saat kita mengkonsumsinya.
Pay for the seeds, enjoy your health for FREE !